Pertama-tama, pastikan perusahaan/tempat kita bekerja tidak memiliki “merk” standar yang harus digunakan (ga cuma PLC aja, misal sensor atau equipment yang lain). Saya menyarankan dua tahap berikut : 1) Non-Teknis 2) Teknis
- Non Teknis :
1. Support
Support apa yang disediakan produk tersebut? Apa ada lokal distributor yang lokasinya dekat dengan tempat kita yang dapat membantu? Bagaimana cara kita memperoleh produk tersebut (pesan online atau datang langsung)? Apakah orang yang kita hubungi paham tentang produk atau hanya tau tentang harganya saja? (sempet mengalami juga… hehehe…). Jangan ragu-ragu untuk bertanya. Ingat, kita adalah customer.
2. Software
Tanyakan bagaimana jika kita menginstal software tersebut lebih dari satu PC. Banyak orang (termasuk saya.. hehehe..) biasanya memrogram PLC di PC tapi kemudian membawa laptop ke mesin untuk troubleshooting. Jika software itu diperbolehkan hanya untuk diinstal pada satu komputer, rencanakan kembali langkah2 selanjutnya (misalnya kalo budget proyek banyak sih ya ga masalah,tapi kalo pingin efisiensi mungkin diinstal di laptop aja dengan konsekuensi kita sendiri saja yang bisa menggunakan).
3. Kualitas Produk
Seberapa banyak customer produsen PLC miliki? Bagaimana pendapat orang-orang sekitar kita? Bagaimana dengan kualifikasi standar internasional yang mereka miliki? Bagaimana cara pengiriman PLC? Berapa lama proses pengiriman? Dan tentunya, sesuaikan kualitas dengan budget yang disediakan.
- Teknis
1. AC atau DC Power
Apa kita memiliki sumber tegangan yang sudah terpasang di mesin yang dapat digunakan PLC? Jika tidak, beli PLC yang memiliki built-in power supply.
2. Jenis
Apa kita membutuhkan tipe modular (“kotak” individual yang dapat dipasang/dilepas input, output,fungsi spesial) atau tipe micro (semuanya terpasang jadi satu kotak yang tidak bisa dilepas)?. Apa kita membutuhkan remote I/O? (biasanya untuk keperluan khusus)
3. Fungsi
Apa ada komunikasi antara PLC dan device lain atau hanya download-upload program saja? Dengan kata lain, apakah kita membuat desain PLC sebagai bagian dari suatu jaringan (misalnya PLC 1 berhubungan dengan PLC 2 dan Komputer 1 akan mengambil data pada mesin dan Komputer 2 hanya sebagai monitoring yang terletak di meja kita..). Apa kita membutuhkan fungsi spesial pada PLC? Apakah membutuhkan “Real Time Clock” (biasanya dibutuhkan pada saat proses time stamping/marking product), Fungsi PID (misalnya untuk mengontrol temperatur), Analog (misalnya untuk mendapatkan input tekanan dari sensor), High Speed Counter/Penghitung berkecepatan tinggi (misalnya input posisi dari sebuah optical encoder), dll.
4. Ukuran
Berapa besar (atau kecil) sistem PLC yang kita desain? Pertama tentukan berapa banyak input yang kita gunakan pada PLC. (misalnya limit switch, sensor, push button,dll). Kedua tentukan jenis tipe input yang dimiliki (misalnya NPN/PNP atau AC/DC dan apakah tersedia di pasaran). Ketiga tentukan berapa banyak output yang diperlukan (misalnya pilot light, solenoid, motor,dll). Keempat tentukan jenis output (misalnya NPN/PNP transistor, relay,dll)
Tambahkan 15-20% dari jumlah I/O yang kita sudah desain sebagai “safety”. Karena ketika pada suatu saat desain proyek kita “berubah” (misalnya ada penambahan referensi produk) maka akan lebih baik bila “terlalu banyak” I/O daripada….. tidak cukup. Juga sebagai spare/cadangan bila ada I/O yang tidak berfungsi.
Sumber : Training PLC dan Pengalaman Pribadi
angkatan 6 ga dapet PLC mas…
jadi ngiri.. kemaren pas praktek PLC baru tahu kalo PLC itu seperti itu…
tapi aku nge-game… hehehe
Hallo dan selamat siang Pak Habibi;
saya kebetulan dapet website ini dari Google, karena saya sedikit buntu dalam menghadapi masalah saya sekarang ini.
Saya kerja di yayasan pendidikan tinggi ( universitas ) dan mereka memerlukan PLC, terutama yang menggunakan motor/ gear ( bukan hidrolik atau pneumatic ) Maaf kalau saya sedikit tidak jelas, karena memang saya kurang paham mengenai bidang ini.
Saya harap Bapak bisa memberi sedikit penjelasan untuk mencari barang yang saya cari ini.
Terima kasih atas bantuannya.
Hormat Kami;
ANDREAS
>lumansupra :
zzzz…
ah, sayang. padahal di industri rata-rata pake PLC buat mesin produksi.
PLC sebenernya gampang, cuma kan perlu latian biar familiar. ok?
>Andreas :
ok pak, tolong cek e-mail bapak.
PLC hanya salah satu alternatif “otak” dari sebuah sistem yang bisa digunakan.Menggunakan mikrokontroler pun sebenarnya juga bisa digunakan untuk nge-drive motor.Hanya saja perlu “signal conditioning”. Motor pun memiliki banyak jenisnya.Saran saya, pertama : anda tentukan spesifikasi motornya (dari segi output/aktuator), kedua : sensor (dari segi input, misalnya menggunakan suhu,limit switch,cahaya,dll), ketiga : baru kita sesuaikan “controller” dan program sesuai keinginan.
Semoga bermanfaat… ^^
Ada banyak merek PLC yang sudah terkenal a.l. OMRON, SIEMENS, Allen-Bradley, Mitsibishi, dll deh. Merek2 tsb memang sudah diakui kehandalannya, makanya mahal2, tidak proporsional dengan kantong mahasiswa pada umumnya. OMRON tipe CPM1A masih cukup murah, bekasnya bisa dibawah sejuta.
Rgds,
Chandra MDE
http://telinks.wordpress.com
>chandramde :
Sebenernya kemaren sih mau disponsori ama industri semua alat-alatnya. Disuruh bikin semacam “Flexible Manufacturing System” gitu.. tapi agak ngeri juga.. proyek gede gitu, kalo sendirian… ntar aja deh, kalo udah lulus ini. Sekalian ke arah energi alternatifnya juga.